Teluk Bintuni Guide | Papua Barat | Indonesia | Berita
Pilkada di Irian Jaya Barat (Irjabar) yang seharusnya berlangsung pada 28 Juli 2005 akhirnya ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Penundaan ini diputuskan setelah Mendagri M. Ma'ruf mengirim berita kawat kepada KPUD Irjabar.
"Kami menerima fax dari Depdagri sore tadi. Kami diperintahkan pilkada ditunda hingga waktu yang ditentukan oleh Mendagri. Kami akan mematuhi isi surat itu," ujar Ketua KPUD Irjabar Regina Sauyai ketika dihubungi telepon oleh wartawan, Selasa (26/7/2005).
Padahal sebelumnya pada 22 Juli yang lalu, sejumlah pengurus KPUD mendatangi gedung Depdagri. Mereka menuntut Mendagri agar tidak menunda pelaksanaan waktu pilkada. Mereka menegaskan kalau KPUD telah 99 persen siap melaksanakan pilkada.
"Apabila pemerintah menunda pilkada, maka kami akan menuntut Mendagri karena Mendagri tidak punya alasan dan hak untuk menunda," kata Regina kepada Sekjen Depdagri Progo Nurdjaman waktu itu.
Regina menjelaskan fax yang diterimanya itu merupakan surat perintah untuk penundaan pelaksanaan pilkada di Provinsi Irjabar dan enam kabupaten yaitu Kabupaten Kaimana, Teluk Bintuni, Teluk Wondama, Sorong Selatan, Kepulauan Raja Ampat, dan Kabupatan Fakfak.
Surat itu bernomor 120/1855.SJ/2005. Dalam surat itu Mendagri beralasan KPUD Irjabar belum siap secara teknis dalam melaksanakan pilkada. Selain itu KPUD Irjabar dinilai belum rampung dalam membuat data pemilih tetap.
Penilaian Mendagri ini disetujui oleh Regina. "Kami menerima saja keputusan Mendagri. Kalau kami dikatakan belum siap secara teknis kami dapat memahami," ujar Regina.
Regina juga mengatakan dia akan menerbitkan SK penundaan pelaksanaan pilkada di Irjabar Rabu (27/7/2005) besok. Penundaan ini lanjutnya sudah dikoordinasikan dengan DPRD setempat dan telah disetujui.
Kapuspen Depdagri Ujang Sudirman mengatakan hal senada. Dia menegaskan bahwa setelah memperhatikan persiapan teknis dan administratif beserta KPUD dan Muspida Irjabar maka pilkada Irjabar ditunda.
"Atas dasar itu Mendagri meminta agar pilkada di Irjabar diundur sampai dengan batas waktu yang ditentukan kemudian," kata Ujang.
sumber detik news
Selasa, 22 Juli 2008
Minggu, 20 Juli 2008
Teluk Bintuni Guide | Papua Barat | Indonesia | Kota
Teluk Bintuni Guide | Papua Barat | Indonesia | Kota
Dari Wikipedia Indonesia
Aranday adalah sebuah distrik di kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Indonesia.
Distrik aranday terdiri dari 12 Kampung (Desa) yakni:
1. Kalitami
2. Kalitami II
3. Weriagar
4. Mogotira
5. Sebyar Rejosari (SESARI)
6. Tomu
7. Ekam
8. Aranday
9. Irira (Kampung Baru)
10. Manunggal Karya
11. Taroy
Dari Wikipedia Indonesia
Aranday adalah sebuah distrik di kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, Indonesia.
Distrik aranday terdiri dari 12 Kampung (Desa) yakni:
1. Kalitami
2. Kalitami II
3. Weriagar
4. Mogotira
5. Sebyar Rejosari (SESARI)
6. Tomu
7. Ekam
8. Aranday
9. Irira (Kampung Baru)
10. Manunggal Karya
11. Taroy
Selasa, 15 Juli 2008
Teluk Bintuni Guide | Papua Barat | Indonesia | Berita
Teluk Bintuni Guide | Papua Barat | Indonesia | Berita
Wabah diare jangkit warga Teluk Bintuni, Kabupaten Bintuni, Papua, akibatnya 15 orang tewas.
Mereka yang meninggal berasal dari Kampung Tomoekang sebanyak 11 orang dan empat orang lagi masing-masing berada di Kampung Kali Tami, Arthamas dan Wariagar.
Meninggalnya 15 orang sepanjang September ini bisa dikategorikan sebagai kejadian luar biasa. Menurut Kepala Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Kabupaten Teluk Bintuni, dr. Mia Kusumaningrum Go, karena faktor kondisi air untuk kebutuhan keluarga, seperti kebutuhan air minum, mandi, cuci dan kakus (MCK) di kawasan Teluk Bintuni secara umum dan secara khusus di Distrik Aranday dan Babo sangat memprihatinkan dana tak layak bagi kesehatan.
Selain air yang kurang higienis, menurut Mia, masyarakat setempat kurang mau berkomunikasi dengan petugas puskesmas setempat. Jati, ketika terkena
diare, mereka tidak langsung datang ke Puskesmas,
tetapi mencari obat-obatan tradisional. Kalaupun akhirnya
berobat ke puskesmas, biasanya bagi penderita
sudah dalam keadaan gawat. Sehingga mereka yang
terkena penyakit diare ini biasanya sudah susah
tertolong lagi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap
air di kawasan Teluk Bintuni, umumnya di daerah
Aranday, terdapat colera altor. "Colera altor inilah yang menyebabkan diare,"kata Dr. Mia.
Untuk mengatasi wabah diare tersebut, pihak Dinas
Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Kabupaten Teluk
Bintuni bekerjasama dengan pihak perusahaan gas alam
cair, LNG Tangguh BP-Indonesia yang ada di daerah
tersebut terus berupaya menyediakan sumber-sumber air
bersih bagi masyarakat setempat. "Juga kami telah melakukan penyuluhan tentang pentingnya kebutuhan air bersih yang higienis bagi rumah tangga, serta pentingnya memperhatikan sanitasi,"katanya.
sumber www.tempointeraktif.com
Wabah diare jangkit warga Teluk Bintuni, Kabupaten Bintuni, Papua, akibatnya 15 orang tewas.
Mereka yang meninggal berasal dari Kampung Tomoekang sebanyak 11 orang dan empat orang lagi masing-masing berada di Kampung Kali Tami, Arthamas dan Wariagar.
Meninggalnya 15 orang sepanjang September ini bisa dikategorikan sebagai kejadian luar biasa. Menurut Kepala Dinas Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Kabupaten Teluk Bintuni, dr. Mia Kusumaningrum Go, karena faktor kondisi air untuk kebutuhan keluarga, seperti kebutuhan air minum, mandi, cuci dan kakus (MCK) di kawasan Teluk Bintuni secara umum dan secara khusus di Distrik Aranday dan Babo sangat memprihatinkan dana tak layak bagi kesehatan.
Selain air yang kurang higienis, menurut Mia, masyarakat setempat kurang mau berkomunikasi dengan petugas puskesmas setempat. Jati, ketika terkena
diare, mereka tidak langsung datang ke Puskesmas,
tetapi mencari obat-obatan tradisional. Kalaupun akhirnya
berobat ke puskesmas, biasanya bagi penderita
sudah dalam keadaan gawat. Sehingga mereka yang
terkena penyakit diare ini biasanya sudah susah
tertolong lagi.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan terhadap
air di kawasan Teluk Bintuni, umumnya di daerah
Aranday, terdapat colera altor. "Colera altor inilah yang menyebabkan diare,"kata Dr. Mia.
Untuk mengatasi wabah diare tersebut, pihak Dinas
Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial Kabupaten Teluk
Bintuni bekerjasama dengan pihak perusahaan gas alam
cair, LNG Tangguh BP-Indonesia yang ada di daerah
tersebut terus berupaya menyediakan sumber-sumber air
bersih bagi masyarakat setempat. "Juga kami telah melakukan penyuluhan tentang pentingnya kebutuhan air bersih yang higienis bagi rumah tangga, serta pentingnya memperhatikan sanitasi,"katanya.
sumber www.tempointeraktif.com
Teluk Bintuni Guide | Papua Barat | Indonesia | Minyak & Gas
Teluk Bintuni Guide | Papua Barat | Indonesia | Minyak & Gas
Perut bumi Teluk Bintuni terbilang kaya akan bahan tambang dan galian. Hampir seluruh kawasan mengandung gas alam cair (LNG). Cadangan yang dimiliki diperkirakan 23,7 triliun kaki kubik (TCF). Kandungan minyak bumi di kabupaten ini diperkirakan 45 juta ton. Sentra pemanfaatan LNG di Kampung Tanah Merah, Distrik Babo, sedangkan konsentrasi pengambilan minyak bumi di Distrik Muskona Selatan.
sumber www.id.wikipedia.org
Perut bumi Teluk Bintuni terbilang kaya akan bahan tambang dan galian. Hampir seluruh kawasan mengandung gas alam cair (LNG). Cadangan yang dimiliki diperkirakan 23,7 triliun kaki kubik (TCF). Kandungan minyak bumi di kabupaten ini diperkirakan 45 juta ton. Sentra pemanfaatan LNG di Kampung Tanah Merah, Distrik Babo, sedangkan konsentrasi pengambilan minyak bumi di Distrik Muskona Selatan.
sumber www.id.wikipedia.org
Jumat, 11 Juli 2008
Teluk Bintuni Guide | Papua Barat | Indonesia | Berita
Teluk Bintuni Guide | Papua Barat | Indonesia | Berita
Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua, sangat mengharapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkenan mengunjungi wilayah ini dalam rangka ekspor perdana LNG dari perusahaan LNG Tangguh yang berada di wilayah ini.
"Pada Oktober nanti, menurut rencana Presiden SBY datang ke Teluk Bintuni untuk meresmikan ekspor perdana LNG Tangguh. Seluruh rakyat Bintuni berharap kiranya rencana ini tetap terlaksana karena mereka ingin berdialog langsung dengan bapak Presiden," kata Bupati Teluk Bintuni Alfons Manibui di Bintuni, ibu kota Kabupaten Teluk Bintuni,
Pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Teluk Bintuni, Provinsi Papua, sangat mengharapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berkenan mengunjungi wilayah ini dalam rangka ekspor perdana LNG dari perusahaan LNG Tangguh yang berada di wilayah ini.
"Pada Oktober nanti, menurut rencana Presiden SBY datang ke Teluk Bintuni untuk meresmikan ekspor perdana LNG Tangguh. Seluruh rakyat Bintuni berharap kiranya rencana ini tetap terlaksana karena mereka ingin berdialog langsung dengan bapak Presiden," kata Bupati Teluk Bintuni Alfons Manibui di Bintuni, ibu kota Kabupaten Teluk Bintuni,
Kamis, 10 Juli 2008
Teluk Bintuni Guide | Papua Barat | Indonesia | Pertanian
Teluk Bintuni Guide | Papua Barat | Indonesia | Pertanian
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Daerah ini memiliki hutan 1,1 juta hektar terdiri
* 37,4 persen hutan produksi
* 30,4 persen hutan produksi konversi
* 11,2 persen hutan produksi terbatas
* 15,2 persen kawasan konservasi, serta
* 5,8 persen hutan lindung.
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia.
Daerah ini memiliki hutan 1,1 juta hektar terdiri
* 37,4 persen hutan produksi
* 30,4 persen hutan produksi konversi
* 11,2 persen hutan produksi terbatas
* 15,2 persen kawasan konservasi, serta
* 5,8 persen hutan lindung.
Teluk Bintuni Guide | Papua Barat | Indonesia | minyak bumi
Teluk Bintuni Guide | Papua Barat | Indonesia | minyak bumi
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia
Perut bumi Teluk Bintuni terbilang kaya akan bahan tambang dan galian. Hampir seluruh kawasan mengandung gas alam cair (LNG). Cadangan yang dimiliki diperkirakan 23,7 triliun kaki kubik (TCF). Kandungan minyak bumi di kabupaten ini diperkirakan 45 juta ton. Sentra pemanfaatan LNG di Kampung Tanah Merah, Distrik Babo, sedangkan konsentrasi pengambilan minyak bumi di Distrik Muskona Selatan.
Dari Wikipedia Indonesia, ensiklopedia bebas berbahasa Indonesia
Perut bumi Teluk Bintuni terbilang kaya akan bahan tambang dan galian. Hampir seluruh kawasan mengandung gas alam cair (LNG). Cadangan yang dimiliki diperkirakan 23,7 triliun kaki kubik (TCF). Kandungan minyak bumi di kabupaten ini diperkirakan 45 juta ton. Sentra pemanfaatan LNG di Kampung Tanah Merah, Distrik Babo, sedangkan konsentrasi pengambilan minyak bumi di Distrik Muskona Selatan.
Langganan:
Postingan (Atom)